omp.sh untuk Produktivitas: Kebiasaan yang Menghemat Waktu, Bukan Sekadar Prompt
omp bukan chatbot di terminal. Ia punya sesi yang bisa dilanjutkan, mode headless, plan mode, subagent, worktree, dan model per peran. Ini kebiasaan yang membuatnya benar-benar mempercepat kerja.

omp Bukan Chatbot. Ia Alat Kerja.
Kalau kamu memakai omp hanya untuk mengetik satu pertanyaan lalu menyalin jawabannya, kamu memakai sebagian kecil dari alatnya.
Hal yang membuat omp produktif bukan modelnya — melainkan cara ia mempertahankan konteks, memecah pekerjaan, dan menjalankan hal-hal yang tidak perlu kamu ketik ulang.
Berikut kebiasaan yang paling terasa dampaknya.
1. Satu Sesi per Pekerjaan, Lalu Lanjutkan
omp menyimpan sesi. Jangan memulai dari nol setiap kali:
omp "investigate why the importer stalls on large CSVs"
# besok pagi
omp --continue "lanjutkan dari kemarin" Kalau butuh memilih sesi lama:
omp --resume # picker
omp --resume a1b2c3 # prefix id Kalau proses sebelumnya mati di tengah jalan (crash, laptop sleep, terminal tertutup):
omp --restore --restore melanjutkan turn yang terputus dan subagent yang sedang berjalan, bukan hanya membuka transkrip.
Kebiasaan: satu sesi = satu tujuan. Sesi yang mencampur tiga pekerjaan berbeda akan menghabiskan konteks untuk hal yang tidak relevan.
2. Lampirkan Konteks, Jangan Menjelaskannya
Awali dengan berkas yang memang relevan:
omp @src/importer.ts @tests/importer.test.ts "find the stall" @ melampirkan berkas atau gambar ke pesan pertama. Untuk direktori kerja tambahan:
omp --add-dir ../api.dalang.io "compare the payload shape" Kebiasaan: berikan sumber, bukan ringkasan buatanmu. Ringkasan yang salah adalah sumber kesalahan yang mahal.
3. Plan Dulu, Eksekusi Kemudian
Untuk perubahan yang menyentuh banyak berkas, paksa agent membaca dulu:
omp --plan-yolo "refactor the pricing helpers into one module" --plan-yolo memulai dalam mode plan read-only, meminta rencana, lalu berpindah ke model eksekusi setelah rencananya disetujui.
Kalau kamu ingin meninjau rencananya sendiri, gunakan plan mode biasa dan periksa sebelum implementasi.
Kebiasaan: rencana yang bisa kamu baca lebih murah daripada diff yang harus kamu bongkar.
4. Pilih Model per Peran
Tidak semua langkah butuh model termahal:
omp --model opus --smol gpt-mini --slow opus --plan opus --smoluntuk tugas ringan (judul, ringkasan, klasifikasi).--slowuntuk analisis mendalam.--planuntuk arsitektur.
Kebiasaan: model cepat untuk pekerjaan mekanis, model kuat untuk keputusan. Biaya turun tanpa menurunkan kualitas hasil akhir.
5. Batasi Waktu dan Izin
Untuk eksperimen atau otomasi:
omp --max-time 10m "try three approaches and report"
omp -p "summarize today's diffs"
omp -p --mode json "list every TODO in src/" --max-timemenghentikan sesi setelah durasi tertentu.-p/--printadalah mode headless: proses prompt, tulis jawaban, keluar.--mode jsonmenghasilkan event JSON untuk pipeline.--approval-modemengatur seberapa banyak tindakan yang boleh berjalan tanpa konfirmasi.
Kebiasaan: beri batas sebelum memberi izin. --auto-approve berguna di CI, berbahaya di repo produksi tanpa pengawasan.
6. Gunakan Subagent untuk Pekerjaan yang Bisa Dipisah
Daripada satu agent mengerjakan semuanya berurutan, pecah:
scoutuntuk membaca dan memetakan kode,revieweruntuk memeriksa perubahan,security-revieweruntuk risiko keamanan,taskuntuk pekerjaan umum.
Mereka berjalan sebagai subagent dengan konteks sendiri, dan hasilnya bisa dibaca lewat agent://<id>.
Kebiasaan: delegasikan hanya pekerjaan yang benar-benar independen. Subagent tidak mewarisi percakapanmu; mereka butuh instruksi yang lengkap.
7. Worktree untuk Pekerjaan Paralel
Kalau dua pekerjaan menyentuh repo yang sama, jalankan di worktree terpisah:
omp worktree add ../feature-a Lalu buka sesi di direktori itu. Ini mencegah dua agent saling menimpa berkas.
8. Bawa Hasil Keluar dari Terminal
Sesi yang bagus layak dibagikan:
/export→ HTML yang bisa dibuka siapa saja./share→ tautan terenkripsi (dengan redaksi rahasia)./dump→ transkrip teks untuk clipboard.
Kebiasaan: untuk handoff, kirim artefak (berkas, diff, tautan), bukan ringkasan chat yang hilang konteks.
9. Jaga Konteks Tetap Ramping
Konteks adalah sumber daya termahal. Beberapa hal yang membantu:
- Mulai sesi baru untuk topik baru (
/new), bukan menumpuk. /clearuntuk membuang konteks percakapan tapi mempertahankan berkas sesi./freshkalau stream provider macet — ia mereset state provider tanpa menghapus percakapan yang terlihat./forkuntuk bercabang tanpa kehilangan sesi induk.
10. Otomatiskan yang Berulang
omp punya subcommand untuk pekerjaan yang sering:
omp commit # susun pesan commit
omp git # UI git fullscreen
omp ps # proses latar belakang
omp stats # pemakaian
omp usage # limit provider Dan untuk pipeline, omp -p --mode json adalah pintu masuknya.
11. Simpan Aturan Proyek di Tempat yang Dibaca
omp membaca berkas konteks proyek (AGENTS.md, CLAUDE.md, dan sejenisnya). Taruh aturan yang tidak boleh dilanggar di sana: perintah test, konvensi, larangan deploy, dan cara verifikasi.
Kebiasaan: tulis aturan sekali, bukan mengulanginya di setiap prompt.
12. Verifikasi, Jangan Percaya Ringkasan
Agent bisa salah. Yang membedakan kerja cepat dari kerja sembarangan adalah gate verifikasi:
- jalankan test yang benar-benar mencakup perubahan,
- buka halaman yang berubah,
- cek output perintah, bukan ringkasannya.
omp mempercepat eksekusi; ia tidak menghapus kebutuhan membuktikan hasil.
Mulai Besok
Kalau hanya bisa mengambil tiga kebiasaan:
- Lanjutkan sesi (
--continue,--resume,--restore) alih-alih memulai dari nol. - Plan dulu untuk perubahan besar (
--plan-yolo), lalu eksekusi. - Lampirkan konteks (
@file,--add-dir) dan verifikasi hasilnya.
Sisanya—model per peran, subagent, worktree, headless—adalah pengali setelah tiga kebiasaan itu berjalan.
omp tersedia di omp.sh.