ARTICLE

Project Management dengan Banyak Hermes Agent: Kanban sebagai Bahasa Komunikasi

Menjalankan beberapa Hermes agent sekaligus tanpa kekacauan bukan soal model yang lebih pintar. Ia soal satu papan Kanban sebagai sumber status, kartu sebagai unit kerja, dan protokol claim yang mencegah dua agent mengerjakan hal yang sama.

October 24, 2026
Project Management dengan Banyak Hermes Agent: Kanban sebagai Bahasa Komunikasi

Banyak Agent, Satu Papan

Catatan: Hermes adalah runtime agent, dan artikel ini membahas pola Kanban sebagai lapisan koordinasi antar-agent — bukan dokumentasi fitur UI tertentu. Yang bisa diverifikasi dari cara kerja worker Hermes (misalnya di Netsekurity) dipakai sebagai contoh; sisanya adalah desain yang bisa diterapkan pada papan mana pun.

Satu agent yang bekerja sendiri tidak butuh project management. Ia hanya butuh instruksi.

Begitu ada tiga, lima, atau sepuluh agent yang bekerja paralel, masalahnya berubah: siapa mengerjakan apa, sampai mana, apa yang menunggu manusia, dan bagaimana hasil satu agent sampai ke agent berikutnya tanpa hilang di percakapan.

Jawaban yang paling sederhana dan paling tahan lama adalah papan Kanban — bukan karena Kanban itu modern, tetapi karena ia memaksa tiga hal yang sering kabur: status eksplisit, satu pemilik per kartu, dan riwayat yang bisa dibaca.


Kenapa Chat Bukan Project Tracker

Percakapan bagus untuk berpikir, buruk untuk status.

  • Pesan tenggelam; kartu tidak.
  • “Sudah dikerjakan” di chat tidak punya definisi selesai.
  • Dua agent bisa merasa memegang tugas yang sama.
  • Handoff berupa ringkasan bebas kehilangan konteks.

Papan Kanban mengubah pertanyaan “sedang apa?” menjadi sesuatu yang bisa dijawab dengan melihat kolom.


Skema Papan yang Bekerja

Kolom minimum:

KolomArti
BacklogIde atau pekerjaan yang belum siap dieksekusi
ReadySudah punya kriteria terima dan boleh diambil agent
In ProgressSedang dipegang satu agent, dengan batas waktu
BlockedMenunggu keputusan manusia atau dependensi lain
ReviewHasil sudah ada, menunggu verifikasi agent lain atau manusia
DoneTerverifikasi dan tercatat

Label yang berguna:

  • agent-ready — kartu boleh diambil tanpa klarifikasi.
  • needs-human — keputusan atau akses hanya bisa diberikan manusia.
  • security, docs, infra — untuk routing ke agent yang tepat.
  • blocked — alasan harus ditulis di komentar, bukan hanya label.

Satu kartu harus punya:

  1. Hasil yang diharapkan — artefak konkret (PR, berkas, laporan, perubahan konfigurasi).
  2. Kriteria terima — bagaimana verifikasinya.
  3. Batas — berkas atau sistem mana yang boleh disentuh.
  4. Pemilik — satu agent pada satu waktu.

Kartu tanpa kriteria terima bukan tugas; itu undangan untuk mengarang.


Protokol Agent

Agar banyak agent tidak bertabrakan, setiap agent mengikuti urutan yang sama:

  1. Claim — pindahkan kartu ke In Progress secara atomik. Kalau gagal, artinya agent lain sudah memegangnya; ambil kartu lain.
  2. Heartbeat — perbarui komentar atau timestamp selama bekerja. Kartu yang tidak bergerak melewati batas waktu dikembalikan ke Ready.
  3. Kerjakan — hanya di dalam batas yang tertulis di kartu.
  4. Lapor — tulis artefak dan ringkasan ke kartu, lalu pindahkan ke Review.
  5. Eskalasi — kalau butuh keputusan, pindahkan ke Blocked dan tandai needs-human. Jangan menebak.

Aturan penting: satu kartu, satu pemilik. Dua agent tidak boleh menyunting artefak yang sama kecuali salah satunya berperan sebagai reviewer.


Peran di Dalam Papan

Banyak agent bukan berarti semua agent seragam.

PeranTugasMenulis ke papan
OrchestratorMemecah pekerjaan, menetapkan kriteria, menjaga WIPMembuat dan memindahkan kartu
WorkerMengerjakan satu kartuKomentar hasil + artefak
ReviewerMemeriksa hasil terhadap kriteriaKomentar temuan, tidak memperbaiki
IntegratorMenggabungkan dan menjalankan verifikasi akhirMemindahkan ke Done
ManusiaKeputusan berisiko tinggiMenjawab needs-human

Reviewer tidak boleh menjadi penulis pada kartu yang sama. Integrator tidak boleh menjadi satu-satunya reviewer. Pemisahan ini yang membuat kesalahan terlihat.


Hermes Agent: Bangun Saat Ada Kerja

Pola yang sudah dipakai worker Hermes di Netsekurity menunjukkan satu hal penting: agent tidak perlu berjalan penuh setiap saat.

  • Sebuah monitor memeriksa antrean dan hanya mengeluarkan sinyal ketika ada pekerjaan baru.
  • Saat idle, tidak ada panggilan model — biaya token tetap nol.
  • Saat ada job, agent bangun, melakukan claim, mengerjakan, lalu mengunggah hasil.

Pola yang sama berlaku untuk papan Kanban: agent membaca kolom Ready, bukan streaming semua percakapan. Papan menjadi antrean; agent menjadi worker yang mengambil dari antrean.


Contoh Alur: Satu Fitur, Tiga Kartu

Misalnya kamu menambah satu endpoint baru:

  1. Kartu A — API (agent-ready): kontrak payload, test, batas berkas.
  2. Kartu B — frontend (agent-ready): memakai kontrak yang sama.
  3. Kartu C — dokumentasi (agent-ready): contoh request/response.

Worker A dan B mengambil kartu masing-masing secara paralel. Worker C menunggu kontrak final. Setelah ketiganya di Review, reviewer memeriksa konsistensi, integrator menjalankan build dan test, lalu memindahkan ke Done.

Yang membuat ini cepat: tidak ada worker yang menunggu worker lain, karena kontrak sudah ditetapkan sebelum kartu dibuat.


Pagar yang Wajib Ada

  • WIP limit. Maksimal satu kartu In Progress per agent. Papan yang penuh pekerjaan setengah jadi lebih lambat daripada papan yang kosong.
  • Batas waktu claim. Kartu yang tidak bergerak kembali ke Ready; jangan biarkan pekerjaan menggantung.
  • Artefak, bukan ringkasan. Hasil harus bisa dibuka: PR, berkas, log, laporan.
  • Audit. Setiap perpindahan kolom punya pelaku dan alasan.
  • Definisi Done. Bukan “agent bilang selesai”, tetapi “kriteria terima terpenuhi dan verifikasi dijalankan”.
  • Eskalasi jelas. needs-human harus punya pertanyaan spesifik, bukan “butuh bantuan”.

Metrik yang Layak Dipantau

  • Cycle time — waktu dari Ready ke Done.
  • Blocked time — berapa lama menunggu manusia; ini biasanya bottleneck sebenarnya.
  • Rework rate — berapa kartu kembali dari Review ke In Progress.
  • Claim collision — berapa kali dua agent mencoba mengambil kartu yang sama.

Kalau blocked time tinggi, masalahnya bukan model; itu keputusan yang menumpuk. Kalau rework tinggi, kriteria terima yang kurang jelas.


Mulai dari Satu Papan

Tidak perlu langsung sepuluh agent. Mulai dari:

  1. Satu papan dengan enam kolom.
  2. Dua worker dan satu reviewer.
  3. Aturan claim dan definisi Done yang tertulis.
  4. Satu manusia yang menjawab needs-human dalam waktu yang wajar.

Tambahkan agent ketika antrean Ready mulai menumpuk — bukan karena jumlah agent terlihat keren.

Papan Kanban bukan birokrasi untuk agent. Ia antarmuka antara agent yang tidak saling mengenal, sehingga pekerjaan tetap bisa berjalan tanpa rapat dan tanpa chat yang tak berujung.